Sejarah tak akan bisa anda rubah, walaupun anda ingin merubahnya.
Apapun yang pernah anda lakukan di hari yang lalu, anda harus mempertanggungjawabkannya.
Kalimat ini mengingatkanku siapa aku sebenarnya.
Saya bukan orang yang sempurna yang orang-orang lain lihat s'lama ini.
Dan mungkin ada sebagian orang menganggabku orang yang TAK BAIK, saya
membenarkannya.
Banyak orang yang sudah saya kecewakan, dan banyak orang yang sudah tak percaya lagi dengan saya, hal ini pun saya tetap terima.
Sungguh sangat menyedihkan, kisah hidupku yang lama membuat ku hancur.
Ingin rasanya berlari jauh, menghindar dari apa yang aku alami sekarang.
Tapi gak mungkin...
Belajar dari yang dulu, membuatku slalu terdiam,
tak banyak yang aku critakan tentang kisah hidupku. Karena aku juga gak
mau mengingatnya. Saat ini aku sedang berusaha untuk berubah.
Terdiam tanpa ada yang mengerti tak membuatku kecewa. Menangis dalam hati, mengajariku untuk tetap bertahan dan kuat.
Aku mengasihi orang2 yang mengasihiku, bahkan aku lebih mengasihi orang2 yang membenciku.
Jika nanti suatu saat kita bertemu, mungkin aku akan berkata "aku sangat berterima kasih karena mengajariku untuk hidup".
Dalam semuanya, aku percaya tak ada yang kebetulan. Namun ku tetap percaya, Tuhan memberiku Kesempatan untuk berubah.
Christian church
Teologi Sebagai Sains
Kamis, 30 Oktober 2014
Rabu, 09 Juli 2014
Kau dan masa lalu
ku masih ingat..
akan suara merdumu..
yang membangunkan aku dari lelapnya tidurku..
ku masih ingat..
lembutnya sentuhan yang kau berikan..
seakan menghilangkan semua keraguanku..
aku masih ingat..
akan kata kata sayang darimu..
yang membuatku meninggalkan yang lain demi dirimu..
tapi taukah kau..
betapa sakit yang aku rasakan..
ketika aku tau semua itu tidak nyata untuk ku..
semua bagaikan fatamorgana yang datang dan berlalu..
aku seakan tidak percaya..
ketika aku tau inilah balasan darimu..
selamat tinggal sayang..
biarkan semua itu menjadi masa lalu yang terpendam..
masa lalu yang akan ku lupakan..
@dari teman
akan suara merdumu..
yang membangunkan aku dari lelapnya tidurku..
ku masih ingat..
lembutnya sentuhan yang kau berikan..
seakan menghilangkan semua keraguanku..
aku masih ingat..
akan kata kata sayang darimu..
yang membuatku meninggalkan yang lain demi dirimu..
tapi taukah kau..
betapa sakit yang aku rasakan..
ketika aku tau semua itu tidak nyata untuk ku..
semua bagaikan fatamorgana yang datang dan berlalu..
aku seakan tidak percaya..
ketika aku tau inilah balasan darimu..
selamat tinggal sayang..
biarkan semua itu menjadi masa lalu yang terpendam..
masa lalu yang akan ku lupakan..
@dari teman
Jumat, 28 Maret 2014
Puisi
Aku bisa tanpamu Mantan ku..
Aku pikir, aku akan lemah..
Saat kau pergi tinggalkan luka di hati..
Aku rasakan sakit yang menghujam
Saat kau peluk raga rapuhku,,
Sejenak sebelum kau beranjak dari sisi ku..
Tanpa kata
Kau hempaskan cinta yang telah lama bertahta dalam jiwa
Terayun dalam mimpi-mimpi semu, dalam setiap hela nafasku..
Kucoba berdiri tanpa cintamu..
Tanpa cinta-cinta yang lain..
Aku mampu..
Aku bisa..
Walau terasa ada ruang kosong dalam hatiku..
Aku pikir, aku akan lemah..
Saat kau pergi tinggalkan luka di hati..
Aku rasakan sakit yang menghujam
Saat kau peluk raga rapuhku,,
Sejenak sebelum kau beranjak dari sisi ku..
Tanpa kata
Kau hempaskan cinta yang telah lama bertahta dalam jiwa
Terayun dalam mimpi-mimpi semu, dalam setiap hela nafasku..
Kucoba berdiri tanpa cintamu..
Tanpa cinta-cinta yang lain..
Aku mampu..
Aku bisa..
Walau terasa ada ruang kosong dalam hatiku..
Selasa, 04 Februari 2014
Hipnosis dan Hipnotis
Hipnosis dan Hipnotis
Hipnosis adalah
suatu kondisi mental (menurut state theory) atau diberlakukannya peran
imajinatif (menurut non-state theory). Orang yang melakukan proses hipnosis
(memberikan sugesti) terhadap subjek disebut hipnotis (bahasa
inggris:hypnotist). Hipnosis biasanya disebabkan oleh prosedur yang
dikenal sebagai induksi hipnosis, yang
umumnya terdiri dari rangkaian panjang instruksi awal dan sugesti.
Sugesti hipnosis dapat disampaikan oleh seorang hipnotis di hadapan subjek,
atau mungkin dilakukan sendiri oleh subjek (Self-hipnosis).
Penggunaan hipnosis untuk terapi disebut hipnoterapi,
sedangkan penggunaannya sebagai bentuk hiburan bagi penonton dikenal sebagai Stage
hipnosis.
Seringkali kita bertanya-tanya, mungkin banyak dari anda yang pernah
mendengar kata “hipnosis” dan kata “hipnotis”. Apakah kedua kata ini memiliki
arti yang sama? Atau beda? Kali ini saya akan membahas mengenai hal ini dan
menjelaskan kesalahpahaman yang selama ini terjadi.
Hipnosis secara sederhana adalah suatu ilmu atau seni berkomunikasi
dengan alam bawah sadar kita, sedangkan Hipnotis adalah orang yang melakukan
Hipnosis. Dari dua definisi ini, apakah sudah jelas artinya? Sebagai analogi,
Orang yang memainkan piano disebut dengan pianis. Jadi pianis adalah orang yang
memainkan piano.
Karena bahasa media yang seringkali menyebut
hipnosis dengan hipnotis, maka kata-kata hipnotis lebih melekat dalam pikiran
kita. Padahal arti sebenarnya dari hipnotis itu adalah orangnya dan bukan
proses atau ilmunya.
Selain itu, dengan semakin berkembangnya reality show di tayangan
televisi kita, hipnosis terkesan sebagai suatu alat interogasi. Seakan-akan
orang yang dihipnosis tidak memiliki kuasa atas dirinya. Jadi apapun yang
ditanyakan akan keluar dengan sendirinya. Dari semua tayangan yang pernah anda
lihat bahwa hipnosis bisa digunakan untuk interogasi orang, maka saya
mengatakan bahwa hal itu TIDAK BISA!! Mengapa saya katakan tidak bisa? Sekarang
mari kita pikirkan menggunakan logika saja. Misalkan memang hipnosis bisa
digunakan untuk interogasi orang, kenapa salah satu bintang reality show yang
sering kita tonton itu tidak dipanggil saja oleh pihak kepolisian untuk
menginterogasi para koruptor?
SEJARAH
HIPNOSIS
Sejarah hipnosis adalah catatan
tentang perkembangan konsep, keyakinan, dan praktik yang berkaitan dengan
fenomena Trance,
Hipnosis dan
Hipnoterapi
dari zaman prasejarah sampai zaman modern. Karena hipnosis adalah fenomena
alamiah manusia, maka sejarah hipnosis juga berumur setua manusia. Pemanfaatan
Fenomena hipnosis untuk pengobatan sudah tercatat sejak ribuan tahun yang lalu,
meskipun istilah hipnosis baru pertama kali diperkenalkan oleh James Braid
pada tahun 1842. Braid mengadopsi istilah hipnotisme sebagai suatu kondisi
pikiran (state of mind) subject dan bukan teknik yang diaplikasikan oleh
operator, untuk membedakan pendekatan Braid (yang unik dan berpusat kepada
subjek/klien) dengan para Mesmerist yang berpusat kepada
operator.
HIPNOTIS ALKITABIAH ATAU TIDAK?
Hipnotis! Saat mendengar kata ini, biasanya pikiran kita mengidentikan
dengan hal-hal yang negataif. Namun kini hipnotis ternyata tidak melulu
digunakan untuk hal negative atau aksi kejahatan. Ada juga hipnotis yang
bermanfaat untuk terapi penyembuhan. Seperti yang telah dilakukan di klinik
hipnoterapi milik Romy Rafael salah satu Juri dalam acara The Master, melalui
klinik itu, ia mengaku berhasil mengobati orang kecanduan merokok. Hipnotis
Barat yang dipelajari Romy di Hypnotism Training Institute (HTI) dan State
Hypnotist Institute di Los Angeles selama empat tahun itu tidak berkaitan
dengan black magic. Hipnotis sebagai bagian dari ilmu psikoanalisa justru dapat
dimanfaatkan untuk membantu orang lepas dari kecanduan rokok, narkoba;
mengobati depresi; mengontrol berat badan bahkan melahirkan tanpa sakit.
Bahkan kini hipnotis dijadikan sebagai sesuatu yang fun dan bisa menghibur orang. Misalnya melihat aksi hipnotis yang diperagakan dalam acara The Master, orang tidak merasa lagi takut. Sebaliknya, mereka akan tertawa terpingkal-pingkal melihat korban yang “diperdayai” oleh Para Mentalist untuk melakukan tindakan konyol sesuai permintaannya. Alhasil, masyarakat pun menjadi akrab dengan hipnotis. Bayangan bahwa hipnotis itu seram dan identik dengan kejahatan lambat-laun mencair.
Orang lambat laun mulai akrab dengan aksi-aksi hipnotis, sulap, dan pertunjukan magic. Bahkan beberapa sekolah Kristen memasukan kursus magic di dalam pembelajaran ekstrakulikuler. Anak-anak mulai tertarik dengan trik-trik dan tampilan spektakuler, ditambah dengan film-film yang menyajikan kekuatan magic sebagai hal yang mengasyikan seperti dalam film Harry Poter, Hobbit, dan yang akan muncul lainnya
Dunia hiburan kini tidak lagi didominasi oleh music, lawakan, atau film tapi juga aktraksi-aktraksi spektakuler dari orang-orang yang menyebut dirinya Pesulap, Mentalis, Magicer, dan sebagainya. Bahkan rating dari acara seperti The Master dapat melampaui jauh acara-acara hiburan konvensional lainnya.
Menurut salah seorang pakar hipnotis dalam askinya para Magicer pertama-tama menghilanglan kesadaran alam bawah sadar seseorang yaitu dengan melemahkan kemampuan otak kiri. Otak kiri berfungsi untuk menganalisis dan berhitung. Sementara otak kanan punya kemampuan berkreativitas dan berimajinasi. Ketika kemampuan otak kiri melemah, hal itu membuka kesempatan otak kanan untuk menerima perintah tanpa menganalisisnya lebih dulu. Akibatnya, si penghipnotis bisa memerintahkan subjek melakukan apa saja Dengan begitu, tidak ada jaminan hipnotis tidak membahayakan. Karena subjek berada dalam alam bawah sadarnya, kontrol utama ada pada sang penghipnotis yang akan dengan mudah mengendalikannya. “Disuruh bunuh diri pun akan ia lakukan, apalagi disuruh mencuri atau membunuh,” jelas Ir. Yan Nurindra salah seorang pakar hipnotis.
Intinya praktik hipnotis selalu berurusan dengan alam bawah sadar seseorang, sebab itu praktek hipnotis rentan “disusupi” kuasa lain “.
Bahkan kini hipnotis dijadikan sebagai sesuatu yang fun dan bisa menghibur orang. Misalnya melihat aksi hipnotis yang diperagakan dalam acara The Master, orang tidak merasa lagi takut. Sebaliknya, mereka akan tertawa terpingkal-pingkal melihat korban yang “diperdayai” oleh Para Mentalist untuk melakukan tindakan konyol sesuai permintaannya. Alhasil, masyarakat pun menjadi akrab dengan hipnotis. Bayangan bahwa hipnotis itu seram dan identik dengan kejahatan lambat-laun mencair.
Orang lambat laun mulai akrab dengan aksi-aksi hipnotis, sulap, dan pertunjukan magic. Bahkan beberapa sekolah Kristen memasukan kursus magic di dalam pembelajaran ekstrakulikuler. Anak-anak mulai tertarik dengan trik-trik dan tampilan spektakuler, ditambah dengan film-film yang menyajikan kekuatan magic sebagai hal yang mengasyikan seperti dalam film Harry Poter, Hobbit, dan yang akan muncul lainnya
Dunia hiburan kini tidak lagi didominasi oleh music, lawakan, atau film tapi juga aktraksi-aktraksi spektakuler dari orang-orang yang menyebut dirinya Pesulap, Mentalis, Magicer, dan sebagainya. Bahkan rating dari acara seperti The Master dapat melampaui jauh acara-acara hiburan konvensional lainnya.
Menurut salah seorang pakar hipnotis dalam askinya para Magicer pertama-tama menghilanglan kesadaran alam bawah sadar seseorang yaitu dengan melemahkan kemampuan otak kiri. Otak kiri berfungsi untuk menganalisis dan berhitung. Sementara otak kanan punya kemampuan berkreativitas dan berimajinasi. Ketika kemampuan otak kiri melemah, hal itu membuka kesempatan otak kanan untuk menerima perintah tanpa menganalisisnya lebih dulu. Akibatnya, si penghipnotis bisa memerintahkan subjek melakukan apa saja Dengan begitu, tidak ada jaminan hipnotis tidak membahayakan. Karena subjek berada dalam alam bawah sadarnya, kontrol utama ada pada sang penghipnotis yang akan dengan mudah mengendalikannya. “Disuruh bunuh diri pun akan ia lakukan, apalagi disuruh mencuri atau membunuh,” jelas Ir. Yan Nurindra salah seorang pakar hipnotis.
Intinya praktik hipnotis selalu berurusan dengan alam bawah sadar seseorang, sebab itu praktek hipnotis rentan “disusupi” kuasa lain “.
Alkitab tidak mengungkapkan secara eskplisit tentang alam bawah sadar.
Hal ini mengindikasikan isu alam bawah sadar tidaklah masuk dalam pengajaran
yang Alkitabiah. Di dalam Alkitab kita melihat cara Tuhan bekerja tidak pernah
menghilangkan hak kesadaran seseorang. Setiap manusia diberikan kesempatan
untuk berpikir dan menimbang-nimbang mana yang baik dan buruk, mana yang benar
dan salah. Ini berbeda jauh dengan praktek hipnotis yang menghilangkan
samasekali hak kesadaran sesorang.
Alkitab selalu meminta kita untuk waspada dan berjaga-jaga, dan aktif dalam mencari kehendak Tuhan. Jelaslah hipnotis sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Sebuah praktek pelecehan terhadap hak kesadaran manusia. Sehingga siapapun yang terlibat baik pemain, sukarelawan, penonton, sama saja menyerahkan hak kesadarannya begitu saja untuk dilecekan oleh para hipnotis. Lalu siapakan dalang dibalik pelecehan terhadap sisi kemanusiaan kita ini, Tanya siapa ????
Alkitab selalu meminta kita untuk waspada dan berjaga-jaga, dan aktif dalam mencari kehendak Tuhan. Jelaslah hipnotis sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Sebuah praktek pelecehan terhadap hak kesadaran manusia. Sehingga siapapun yang terlibat baik pemain, sukarelawan, penonton, sama saja menyerahkan hak kesadarannya begitu saja untuk dilecekan oleh para hipnotis. Lalu siapakan dalang dibalik pelecehan terhadap sisi kemanusiaan kita ini, Tanya siapa ????
Pandangan Gereja Katolik terhadap hipnotis
Pandangan Gereja Katolik terhadap hipnotis / hypnosis dapat kita lihat dari definisi hipnotisme menurut Kamus Katolik Modern ( http://www.therealpresence.org/dictionary/hdict.htm) yang menyatakan :“Hipnotisme. Fenomena yang menyebabkan tidur secara buatan, yang mengakibatkan sang korban secara tidak normal dapat terbuka untuk mengikuti saran/sugesti. Subyek hipnosis cenderung untuk didominasi oleh ide-ide dan saran-saran dari yang meng-hipnotis, ketika di induksi dengan sugesti atau sesudahnya. Menurut prinsip- prinsip Katolik, hipnotisme sendiri tidak salah, sehingga penggunaannya di dalam kondisi-kondisi tertentu diijinkan. Namun karena hipnotism mencabut sang subyek/ pasien dari penggunaan akal budi dan keinginan bebasnya secara penuh, [maka] diperlukan sebuah sebab yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memperbolehkan hipnotis ini dipraktekkan. Lagipula, sebab hipnotism meletakkan keinginan subyek/ pasien di dalam kuasa dari yang menghipnotis, maka diperlukan tindakan-tindakan pencegahan untuk menjaga kebajikan subyek/ pasien, dan untuk melindunginya dan orang lain terhadap bahaya menjadi bersalah karena tindakan-tindakan yang dapat melukai. Untuk alasan-alasan yang genting, seperti untuk menyembuhkan seorang pemabuk atau seseorang dengan kelainan yang kompleks ingin bunuh diri, adalah sah untuk menerapkan hipnotism, asalkan dengan tindakan pencegahan bahwa hal itu diadakan dengan kehadiran seorang saksi yang dapat dipercaya, dengan seorang ahli hipnotis yang sungguh-sungguh kompeten dan jujur/ tulus. Ijin dari subyek/ pasien juga harus ada. Beberapa dokumen dari the Holy See menentukan norma-norma yang harus diikuti di dalam penggunaan hipnotism.”(The Holy Office, August 4, 1956; July 26, 1899).
Dari definisi tersebut, kita mengetahui bahwa ada 4 hal yang mendasari sahnya suatu proses hipnotis / hipnosis dilakukan menurut gereja katolik, yaitu :
- Ada alasan yang genting
- Ada ijin dari subjek/pasien
- Ada tindakan pencegahan/precaution untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap subjek/pasiendan terapisnya antara lain dengan menghadirkan saksi yang dapat dipercaya.
- Hipnosis/hipnotis dilakukan oleh ahli hipnoterapi yang kompeten, jujur/tulus.
Kesimpulan pandangan
gereja katolik terhadap hipnotis / hipnoterapi :
Hypnosis
- Gereja Katolik tidak menganjurkan hipnoterapi, bahkan Gereja Katolik menghimbau umatnya agar berhati-hati terhadap praktik hipnotis / hipnoterapi.
- Gereja Katolik mengijinkan (tidak melarang) praktik hipnoterapi untuk dilakukan selama memenuhi 4 hal tersebut di atas. Dalam hal ini hipnoterapi yang diijinkan oleh Gereja Katolik tentunya hipnoterapi yang dilakukan atas dasar ilmu psikologi murni, atau dikenal sebagai “western hypnosis” dengan menggunakan teknik terapi yang tidak bertentangan dengan prinsip ajaran iman Katolik. Hipnoterapi merupakan bagian dari ilmu psikologi serta sudah diakui oleh British Medical Association, American Medical Association dan American Psychological Association.
- Teknik Past Life Regression yang digunakan oleh sebagian hypnotherapist melibatkan konsep reinkarnasi, dan tentunya bertentangan dengan ajaran iman Katolik. Disinilah pentingnya syarat ke-4 yaitu integritas dan kompetensi hipnoterapis serta syarat ke-3 tentang keberadaan saksi yang dapat dipercaya, sehingga proses terapi yang dilakukan benar-benar tidak bertentangan dengan ajaran iman Katolik.
Jadi Gereja Katolik tidak melarang hipnotis / hipnoterapi karena Gereja Katolik mendukung kesejahteraan manusia, sehingga segala bentuk ilmu pengetahuan dan kedokteran yang mendukung tercapainya kesejahteraan umat manusia (termasuk hipnoterapi), dapat diterima, selama tidak bertentangan dengan ajaran iman Katolik (tidak mengandalkan kuasa gelap/ sejenisnya).
Kamis, 30 Januari 2014
Arti Cinta Dalam Kehidupan
Untuk makna cinta sendiri merupakan kasih sayang, kehormatan, penghargaan atas diri, suatu kerinduan, Bila mencapai puncaknya maka cinta akan mampu membuat suka maupun duka tetap bersama , walaupun lapang maupun sempit.
Menurut fisik cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik. Namun dalam cinta, yang harus diperhatikan keindahan bentuk dan rupa, hingga yang paling utama yang harus dirasakan adalah sifat atau kepribadian yang dihiasi akhlak yang baik.

Dalam kehidupan sesungguhnya cinta itu dapat dibagi menjadi dua yaitu cinta karena nafsu atau fisik tersebut dan adapula cinta yang suci:
# Cinta Fisik biasanya akan menimbulkan nafsu, biasanya akan lebih banyak lawan jenis yang tersakiti. Bila cinta ini berkelanjutan akan menjadi hal-hal yang buruk mulai dari Hubungan suami istri diluar nikah, penganiayaan, bila sudah menikah berakibat dengan perceraian.
# Cinta Suci biasanya akan lebih memandang akan akhlah yang dimiliki lawan jenis, cinta ini biasanya akan merasakan kasih sayang yang tulus dengan diiringi norma-norma yang berlaku. Bila berakhir dengan pernikahan akan menimbulkan cinta yang istimewa.
Akhir dari suatu cinta adalah terjalinnya suatu ikatan yang diberinama Pernikahan. Pernikahan adalah suatu perjanjian suci untuk mempersatukan antara pria dan wanita. Dan disinilah puncak dari nikmatnya cinta, ketika kedua orang yang saling mencintai memilih untuk hidup bersama dengan ikatan janji untuk saling berbagi baik suka maupun duka.
PERCERAIAN
PERCERAIAN
Hari ini kita akan melihat tentang
pokok perceraian ini dari Alkitab untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang ada
dalam pikiran kita. Pertama kita harus melihat sejenak dari awal untuk dapat
mengerti apa yang sedang kita bicarakan. Ini harus dicatat, bahwa saudara tidak
dapat bercerai kalau belum menikah. Dalam pernikahan ini sebuah kontrak
ditanda-tangani dengan pernyataan bahwa mereka akan tetap mempertahankan
pernikahan mereka sampai maut memisahkan mereka. Dalam pernikahan Allah
menunjukkan sebuah mujizat saat dua individu menjadi satu. Hanya Allah yang
dapat memisahkan mereka dengan mengambil salah satu dari pasangan itu dalam
kematian.
Sekarang, apakah pernikahan itu ?
Jika sebuah pasangan dalam keadaan mabuk atau bahkan dalam pengaruh obat bius,
atau sebuah senjata, apakah upacara tersebut merupakan upacara yang resmi ?
Apakah pernikahan semacam ini batal atau tidak berlaku ?
Saudara-saudara, pernikahan ini
dianggap resmi karena hukum mengatakan bahwa
pernikahan adalah upacara resmi. Jika surat-surat yang sesuai
ditandatangani maka mereka secara resmi menjadi suami-istri, menjadi sebuah
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan di mata Allah.
Menurut 1 Korintus 6:16, “Atau
tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikat dirinya pada perempuan cabul,
menjadi satu tubuh dengan dia ? Sebab, demikian kata nas: ‘Keduanya akan
menjadi satu daging.’ Hubungan sex merupakan pernikahan. Pernikahan adalah
keduanya baik secara resmi maupun secara rohani, disahkan oleh Allah sendiri.
Sekarang kita tahu apakah pernikahan
itu, marilah kita melihat apakah ada dasar perceraian menurut Alkitab. Ya, ada
satu dan hanya satu alasan dan itu
adalah perzinahan, atau ketidaksetiaan. Matius
19:9, mengatakan, ‘Tetapi Aku berkata
kepadamu : “Barang siapa menceraikan istrinya, kecuali karena zinah, lalu kawin
dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” Apakah arti kata perzinahan dalam bagian ini ? Arti
sebenarnya adalah hubungan sezual yang gelap dengan orang yang ketiga. Yesus
juga membuat hubungan berikut antara perzinahan dan perceraian: 1. Seorang laki-lakin yang menceraikan
istrinya, kecuali karena zinah, menjadikan dia seorang perempuan yang berzinah
dan dirinyapun melakukan perzinahan jika dia menikah dengan perempuan lain. 2. Seorang laki-laki yang menikahi
seorang perempuan yang diceraikan sama dengan melakukan perzinahan; dan 3. seorang wanita yang menceraikan
suaminya dan menikah dengan laki-laki lain juga dikatakan melakukan perzinahan.
Sekarang kita tahu bahwa perceraian
karena perzinahan adalah sah menurut Alkitab. Bagaimana dengan orang-orang yang
tidak bersalah, haruskah mereka meminta bercerai berdasarkan Matius 19:9. Perceraian tidak pernah
diperintahkan, hal ini diizinkan dalam beberapa hal. Perceraian bukanlah
rencana Allah bagi manusia. Matius 19:4-5, mereka diizinkan bercerai menurut
Yesus dalam Matius 19:8, “Karena
ketegaran hatimu, Musa menizinkan kamu menceraikan istrimu, tetapi sejak semula
tidaklah demikian.” Dengan kata lain, perceraian tidak pernah menjadi
kehendak Allah. Dia mengizinkan perceraian karena ketegaran hati (hard
heartedness) kita.
Setelah seseorang telah diceraikan, dapatkah mereka menikah kembali menurutAlkitab ? Kita harus ingat bahwa perceraian bukan kehendak Allah bagu manusia, Dia hanya memperbolehkan, tetapi tidak memberkatinya. Mungkin anda mengatakan, ‘Saya mengenal orang yang bercerai dan hidupnya jauh lebih baik. Saya juga mengenal orang seperti itu, tetapi itu hanya secara jasmani saja. Kita sebagai orang Kristen akan diadili menurut apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita di bumi ini dan dalam Alkitab jelas bahwa menurut orang Kristen yang mau menderita akhirnya masuk sorga.
Saudara-saudara, jika seorang
diceraikan berdasarkan alkitab, dia akan bebas untuk menikah lagi (Ulangan 24:2). Jika mereka diceraikan
tidak berdasarkan Alkitab, dan mereka menikah lagi, maka pernikahan yang kedua
akan menjadi “hidup dalam perzinahan”. saudara-saudara, ada sebuah noda (stigma) terhadap perceraian sebab ini
menggambarkan peristiwa yang menyedihkan yang telah meruntuhkan (undermine) rumah tangga, dasar
kemasyarakatan dan karena kesengsaraan (misery)
yang mengikutinya, rumah-tangga yang hancur, sakit hati dan patah hati,
anak-anak tunawisma (homeless), para
pemuda yang jahat, kesepian, samudra air mata dan bahkan bunuh diri dan gila.
Percerasian adalah suatu tragedi, sesuatu yang menyedihkan.
Mengapa kita
harus menghindari perceraian ?
Pertanyaan ini
nampaknya banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Orang yang merasa tidak bahagia
dalam pernikahannya nampaknya tidak dapat mengerti bahwa mereka harus tetap
hidup bersama, khususnya jika mereka adalah orang Kristen. Alasan yang paling
utama yang ada dalam pikiran saya adalah Firman Allah. Perceraian bertentangan
dengan Kehendak Allah. Kita telah belajar bahwa perceraian bukan kehendak Allah
untuk manusia.
Selain karena
alasan Alkitab, juga karena masalah-masalah social dan alasan moral; 1. orang tua perlu menyadari
kesejahteraan anak-anak yang akan paling menderita karena perceraian. Allah memberikan anak-anak
itu untuk mengajar orang tua membesarkan mereka. Mereka mempunyai hak untuk
memiliki keduanya baik ayah maupun ibu. 2.
Pasangan harus menyadari bahwa perceraian menimbulkan skandal. 3.
Beberapa gereja menolak hak gereja untuk menceraikan orang. Saya tidak
mengatakan bahwa mereka benar, akan tetapi ada. 4. Banyak orang Kristen melihat bahwa perceraian adalah dosa, tanpa
memperhatikan lingkungan atau situasi. 5.
Kesulitan ekonomi sering menyebabkan perceraian. Kami mempunyai kata-kata
orang tua di Amerika yang kadang-kadang membuat kami berpikir tentang
perkawinan, “Dua orang dapat hidup sama
murahnya dengan satu orang”. Saudara-saudara, hal itu tidak semuanya benar
untuk semua pola hidup, tetapi benar untuk banyak hal. 6. Perceraian adalah sebuah hak umum yang sama sekali gagal. Dan 7. Perceraian adalah kehancuran dari
kasih dan kebahagiaan dalam pernikahan. Saudara-saudara, Perceraian atau
perpisahkan yang sah disebabkan oleh beberapa kepentingan diri sendiri dari
seseorang.
Dapatkah orang
yang bercerai masuk sorga ?
Untuk menjawab
pertanyaan tersebut, pertama-tama kita harus menjernihkannya (clarify) terlebih
dahulu. Ya, Jika orangtersebut mempunyai dasar Alkitab dalam perceraian, kita sudah
mengetahui sebelumnya bahwa Allah mengizinkan perceraian itu atas dasar
perzinahan, yang diterjemahkan dalam beberapa penerjemahan sebagai “ketidaksetiaan”. Yang arti dasarnya
adalah hubungan sex gelap dengan orang yang
ketiga.
Dr. Rice dan Dr.
Oir ? menasehatkan (suggest)
bahwa hubungan ini artinya hanya jika orang
yang lain telah menjadi seorang yang sudah biasa berhubungan sex di luar
nikah, biasanya, orang yang tidak bersalah akan memaafkan orang yag bersalah,
terhadap pengakuan dan bersatu kembali. Tetapi, untuk masalah yang terus
menerus, Tuhan mengizinkan sebuah perceraian. Bagaimanapun juga anak Allah
tetap berada dalam kehendak-Nya.
Persoalannya untuk
menjawab pertanyaan ini kita tidak sungguh-sungguh mengenal orang tersebut.
Perceraian tidak dapat membuat seseorang ke luar dari sorga, tetapi hak
tersebut berhubungan dengan kehendak Allah. Kita sebagai manusia sering
menggunakan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan orang lain untuk memutuskan
apakah mereka selamat. Kita sebagai manusia tidak seharusnya melakukan hal itu,
kita hanya dapat melihat bagian luar seseorang. Allah adalah satu-satunya yang
dapat melihat hati manusia. Dia satu-satunya yang dapat membuat keputusan siapa
yang akan masuk sorga.
Perceraian
tidak berbeda dari dosa-dosa yang lainnya, dan kita sebagai manusia perlu untuk
dibersihkan dari dosa-dosa kita, dan dengan perceraian bukan merupakan jalan
agar hidup kita dibersihkan. Jika sebuah pasangan benar-benar diselamatkan dan
berusaha menyenangkan Allah, mereka tidak akan pernah memikirkan perceraian.
Apa yang harus
dilakukan orang yang sudah menikah ? /Siapa yang bermaksud bercerai ?
Walaupun kita tidak mempunyai
masalah tersebut di sini, kita mempunyai sesuatu yang menyebabkan perpisahan.
Dalam surat mereka masih hidup dalam pernikahan, tetapi kenyataanya mereka
bercerai, tidak pernah hidup dalam rumah tangga yang membawa kehormatan dan
kemuliaan Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus.
Keduanya sumi dan istri yang ingin
bercerai atai berpisah secara sah seharusnya memperbarui janji mereka untuk
lebih baik atau lebih buruk, sampai mati memisahkan kita. Langkah selanjutnya
seharusnya untuk masing-masing orang memperoleh hak bersama dengan Tuhan dan
kemudian yang lainnya; pengakuan dan pertobatan dengan saling kebersamaan akan
membuat beberapa pernikahan berhasil. Lebih banyak berdoa bersama tentu akan
sangat membantu untuk mendapatkan kembali perkawinan itu seperti semula. Juga
harus meluangkan waktu untuk berdoa sendiri, melalui doa pribadi, Allah dapat
bekerja dalam hati kita untuk membuat kita menjadi seperti Yesus.
Pencegahan yang paling penting
terhadap perceraian, pastikan bahwa keduanya adalah orang Kristen, dengan iman
yang sama akan mendapatkan beberapa kepentingan bersama.
Kadang-kadang anak-anak kecil sering
menjadi cara pemecahan masalah material, mencegah anak-anak menuju
ketidak-puasan, frustasi dan pertengakaran. Istri membiarkan suami menjadi
suami yang sebebarnya, kepala rumah-tangga (bukan
hanya sebagai figure kepala rumah-tangga saja). Istri menjadi subyektif
kepada suaminya, untuk memperbaiki
sebuah rumah-tangga yang hancur memerlukan waktu yang lama.
Suami dan istri terus saling merayu (woo), masing-masing memerlukan banyak kasih sayang. Dan yang
terakhir jika saudara ingin memperbaiki perkawinan teruslah meminta kepada
Allah untuk memberi cinta yang suci kepada saudara berdua.
Perceraian
menurut UU perkawinan
Perceraian
terjadi apabila kedua belah pihak baik suami maupun istri sudah sama-sama
merasakan ketidakcocokan dalam menjalani rumah tangga. Undang-undang Nomor 1
Tahun 1974 Tentang Perkawinan tidak memberikan definisi mengenai perceraian
secara khusus. Pasal 39 ayat (2) UU Perkawinan serta penjelasannya secara kelas
menyatakan bahwa perceraian dapat dilakukan apabila sesuai dengan alasan-alasan
yang telah ditentukan. Definisi perceraian di Pengadilan Agama itu, dilihat
dari putusnya perkawinan. Putusnya perkawinan di UUP dijelaskan, yaitu:
1. karena kematian
2. karena perceraian
3. karena putusnya pengadilan
2. karena perceraian
3. karena putusnya pengadilan
Dalam sosiologi, terdapat teori pertukaran yang melihat perkawinan sebagai suatu proses pertukaran antara hak dan kewajiban serta penghargaan dan kehilangan yang terjadi diantara sepasang suami istri. Karena perkawinan merupakan proses integrasi dua individu yang hidup dan tinggal bersama, sementara latar belakang sosial-budaya, keinginan serta kebutuhan mereka berbeda, maka proses pertukaran dalam perkawinan ini harus senantiasa dirundingkan dan disepakati bersama.
Kondisi Menjelang Perceraian
Situasi
dan kondisi menjelang perceraian yang diawali dengan proses negosiasi antara
pasangan suami istri yang berakibat pasangan tersebut sudah tidak bisa lagi
menghasilkan kesepakatan yang dapat memuaskan masing-masing pihak. Mereka
seolah-olah tidak dapat lagi mencari jalan keluar yang baik bagi mereka berdua.
Perasaan tersebut kemudian menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kedua
belah pihak yang membuat hubungan antara suami istri menjadi semakin jauh.
Kondisi
ini semakin menghilangkan pujian serta penghargaan yang diberikan kepada suami
ataupun istri padahal pujian dan penghargaan tersebut merupakan dukungan
emosional yang sangat diperlukan dalam suatu perkawinan. Hal ini mengakibatkan
hubungan suami istri semakin jauh dan memburuk. Mereka semakin sulit untuk
berbicara dan berdiskusi bersama serta merundingkan segala masalah-masalah yang
perlu dicari jalan keluarnya. Masing-masing pihak kemudian merasa bahwa
pasangannya sebagai orang lain. Akibatnya akan terjadilah perceraian (Scanzoni
dan Scanzoni, 1981)
FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN
PERCERAIAN
Di
dalam sebuah perceraian sering kita jumpai banyak faktor – faktor atau penyebab
terjadinya perceraian itu sendiri. Dalam makalah ini kami menemukan beberapa
faktor atau peneyebab terjadinya perceraian, diantaranya :
- Ketidakharmonisan dalam rumah tangga : Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.
- Gagal komunikasi : Komunikasi merupakan hal terpenting dalam menjalin hubungan. Jika Anda dan pasangan kurang berkomunikasi atau tidak cocok dalam masalah ini, maka dapat menyebabkan kurangnya rasa pengertian dan memicu pertengkaran. Jika komunikasi Anda dan pasangan tidak diperbaiki, bukan tidak mungkin akan berujung pada perceraian.
- Perselingkuhan : Selingkuh merupakan penyebab lainnya perceraian. Sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, ada baiknya Anda dan pasangan memegang kuat komitmen dan menjaga keharmonisan hubungan.
- Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) : KDRT tidak hanya meninggalkan luka di fisik tetapi juga psikis. Oleh karena itu kenalilah pasangan Anda sebaik mungkin sebelum memutuskan menikah dengannya. Jangan malu untuk melaporkan KDRT yang Anda alami pada orang terdekat atau lembaga perlindungan.
- Krisis moral dan akhlak : Selain hal diatas, perceraian juga sering dilandasi krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, terlibat tindak kriminal.
- Perzinahan : Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinahan, yaitu hubungan seksual di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.
- Pernikahan tanpa cinta: Untuk kasus yang satu ini biasanya terjadi karna faktor tuntutan orang tua yang mengharuskan anaknya menikah dengan pasangan yang sudah ditentukan, sehingga setelah menjalani bahtera rumah tangga sering kali pasangan tersebut tidak mengalami kecocokan. Selain itu, alasan inilah yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan yakni bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.
- Pernikahan dini : Menikah di usia muda lebih rentan dalam hal perceraian. Hal ini karena pasangan muda belum siap menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan pernikahan dan ego masing-masing yang masih tinggi.
- Masalah ekonomi : Tingkat kebutuhan ekonomi di jaman sekarang ini memaksa kedua pasangan harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga seringkali perbedaan dalam pendapatan atau gaji membuat tiap pasangan berselisih, terlebih apabila sang suami yang tidak memiliki pekerjaan yang menyebabkan pasangan dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan materi keluarga, sehingga memutuskan untuk meninggalkannya.
- Perubahan budaya Zaman semakin modern, jika dahulu perceraian dianggap hal yang tabu sekarang ini telah menjadi tren dan gaya hidup banyak pasangan.
- Adanya masalah-masalah dalam perkawinan: Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang.
- Keturunan : Anak memang menjadi impian bagi tiap pasangan, tetapi tidak semua pasangan mampu memberikan keturunan, salah satu penyebabnya mungkin kemandulan pada salah satu pasangan tersebut, sehingga menjadikan sebuah rumah tangga menjadi tidak harmonis.
DAMPAK PERCERAIAN
Perceraian tidak selalu negatif
namun juga bukan suatu hal yang positif. Perceraian dapat menimbulkan dampak –
dampak yang ditimbulkannya, di antaranya :
- Anak menjadi korban
Anak merupakan korban yang paling terluka ketika orang tuanya
memutuskan untuk bercerai. Anak dapat merasa ketakutan karena kehilangan sosok
ayah atau ibu mereka, takut kehilangan kasih sayang orang tua yang kini tidak
tinggal serumah. Mungkin juga mereka merasa bersalah dan menganggap diri mereka
sebagai penyebabnya. Prestasi anak di sekolah akan menurun atau mereka jadi
lebih sering untuk menyendiri.
Anak-anak
yang sedikit lebih besar bisa pula merasa terjepit di antara ayah dan ibu
mereka. Salah satu atau kedua orang tua yang telah berpisah mungkin menaruh
curiga bahwa mantan pasangan hidupnya tersebut mempengaruhi sang anak agar
membencinya. Ini dapat mebuat anak menjadi serba salah, sehingga mereka tidak
terbuka termasuk dalam masalah-masalah besar yang dihadapi ketika mereka
remaja. Sebagai pelarian yang buruk, anak-anak bisa terlibat dalam pergaulan
yang buruk, narkoba, atau hal negatif lain yang bisa merugikan.
Selain itu menurut Leslie (1967), reaksi anak terhadap perceraian orang tua sangat tergantung pada penilaian mereka sebelumnya terhadap perkawinan orangtua mereka serta rasa aman di dalam keluarga.
Diketahui
bahwa lebih dari separuh anak yang berasal dari keluarga tidak bahagia
menunjukkan reaksi bahwa perceraian adalah yang terbaik untuk keluarganya.
Sedangkan anak-anak yang berasal dari keluarga bahagia lebih dari separuhnya
menyatakan kesedihan dan bingung menghadapi perceraian orang tua mereka. Leslie
(1967) mengemukakan bahwa anak-anak yang orang tuanya bercerai sering hidup
menderita, khususnya dalam hal keuangan serta secara emosional kehilangan rasa
aman di dalam keluarga.
Dampak perceraian lain yang terlihat adalah meningkatnya “perasaan dekat” anak
dengan ibu serta menurunnya jarak emosional terhadap ayah. Ini terjadi bila
anak berada dalam asuhan dan perawatan ibu. Selain itu anak-anak dengan orang
tua yang bercerai merasa malu dengan perceraian tersebut. Mereka menjadi
inferior dengan anak-anak lain. Oleh karena itu tidak jarang mereka berbohong
dengan mengatakan bahwa orangtua mereka tidak bercerai atau bahkan menghindari
pertanyaan-pertanyaan tentang perceraian orang tua mereka.
Dampak perceraian yang di rasakan oleh anak
Anak memiliki berbagai perasaan yang
ia alami mengenai perceraian kedua orang tuanya, antara lain :
- Tidak aman (insecurity)
- Tidak diingikan atau ditolak oleh orang tuanya yang pergi (tergantung ia ikut dengan siapa)
- Sedih
- Kesepian
- Marah
- Kehilangan
- Merasa bersalah dan menyalahkan diri
Dampak perceraian tersebut dapat termanifestasi dalam bentuk perilaku :
a.
Suka mengamuk, menjadi kasar dan tindakan agresif.
b.
Menjadi pendiam, tidak lagi ceria dan tidak suka bergaul.
c.
Sulit berkonsentrasi dan tidak berminat pada tugas sekolah sehingga prestasi
disekolah cenderung menurun.
d.
Suka melamun terutama mengkhayalkan orang tuanya akan bersatu lagi.
- Dampak untuk orang tua
Selain anak-anak, orang tua dari pasangan yang bercerai juga
mungkin terkena imbas dari keputusan untuk bercerai. Sebagai orang tua, mereka
dapat saja merasa takut anak mereka yang bercerai akan menderita karena
perceraian ini atau merasa risih dengan pergunjingan orang-orang.
Beberapa orang tua dari pasangan
yang bercerai akhirnya harus membantu membesarkan cucu mereka karena
ketidaksanggupan dari pasangan yang bercerai untuk memenuhi kebutuhan
anak-anaknya.
- Bencana keuangan
Jika sebelum bercerai, suami sebagai pencari nafkah maka setelah
bercerai Anda tidak akan memiliki pendapatan sama sekali apalagi jika mantan
pasangan Anda tidak memberikan tunjangan. Atau jika pemasukan berasal dari Anda
dan pasangan, sekarang setelah bercerai, pemasukan uang Anda berkurang. Jika
Anda mendapat hak asuh atas anak, berarti Anda juga bertanggung jawab untuk
menanggung biaya hidup dari anak Anda. Yang perlu diingat, setelah bercerai,
umumnya banyak keluarga mengalami penurunan standar kehidupan hingga lebih dari
50 persen.
- Masalah pengasuhan anak
Setelah bercerai, berarti kini Anda harus menjalankan peranan ganda
sebagai ayah dan juga sebagai ibu. Ini bukanlah hal yang mudah karena ada
banyak hal lain yang harus Anda pikirkan seorang diri. Terlebih, jika anak
sudah memasuki masa remaja yang penuh tantangan, Anda harus dengan masuk akal
menjaga atau memberikan disiplin kepada anak agar dapat tumbuh menjadi anak
yang baik.
Masalah lain dalam hal pengasuhan
anak adalah ketika harus berbagi hak asuh anak dengan pasangan karena bisa jadi
Anda masih merasa sakit hati dengan perlakuan mantan Anda sehingga sulit untuk
bersikap adil. Hal-hal yang harus dibicarakan seperti pendidikan atau disiplin
anak mungkin dapat menyebabkan pertengkaran karena tidak sepaham dan rasa sakit
hati dapat membuat hal ini semakin buruk.
- Gangguan emosi
Adalah hal yang wajar jika setelah bercerai Anda masih menyimpan perasan
cinta terhadap mantan pasangan Anda. Harapan Anda untuk hidup sampai tua
bersama pasangan menjadi kandas, ini dapat menyebabkan perasaan kecewa yang
sangat besar yang menyakitkan. Mungkin juga Anda ketakutan jika tidak ada orang
yang akan mencintai Anda lagi atau perasaan takut ditinggalkan lagi di kemudian
hari.
Perasaan lain yang mungkin dialami
adalah perasaan terhina atau perasaan marah dan kesal akibat sikap buruk
pasangan. Anda juga mungkin merasa kesepian karena sudah tidak ada lagi tempat
Anda berbagi cerita, tempat Anda mencurahkan dan mendapatkan bentuk kasih
saying. Serangkaian problem kesehatan juga bisa
disebabkan akibat depresi karena bercerai.
- Bahaya masa remaja kedua
Pasangan yang baru bercerai sering mengalami masa remaja kedua.
Mereka mencicipi kemerdekaan baru dengan memburu serangkaian hubungan asmara
dengan tujuan untuk menaikkan harga diri yang jatuh atau untuk mengusir
kesepian. Hal ini bisa menimbulkan problem baru yang lebih buruk dan tragis
karena tidak mempertimbangkan baik-baik langkah yang dilakukan.
MENCEGAH PERCERAIAN
Ada beberapa tips yang dapat kita
pertimbangkan, saat rumah tangga kita berada diambang perceraian. Berikut
adalah beberapa diantaranya:
1.
Cari Sumbernya
Ada asap pasti ada api. Demikian
juga halnya dengan kehidupan rumah tangga. Keputusan untuk bercerai tentunya
bukan tanpa sebab. Karena itu, carilah sumber dari hal ini. Jika sumber
permasalahannya sudah dapat ditemukan, cobalah untuk menyelesaikan dengan
baik-baik. Sebab setiap masalah tentu mempunyai jalan keluar.
Apapun masalah yang menjadi sumber
dari keputusan cerai yang akan diambil, sebaiknya pertimbangkan dengan matang.
Sebab, jika kita sudah menemukan sumber permasalahannya, maka keputusan yang
tepat akan dapat diambil, apakah akan meneruskan keputusan untuk bercerai, atau
tidak.
2.
Introspeksi
Bila Anda sudah mengetahui penyebab
kenapa Anda atau suami ingin bercerai, cobalah untuk berintropeksi. Ini yang
seringkali sulit dilakukan. Pasalnya, masing-masing pasangan pasti merasa
dirinyalah yang benar. Mereka tak bakal bisa menerima kenyataan bahwa merekalah
pangkal sebab munculnya niat cerai. Mungkin, Anda malu mengakui secara jujur
kekurangan Anda, tapi cobalah menjawab dengan jujur pada diri sendiri bahwa
yang dikatakan pasangan Anda ada benarnya. Mumpung masih ada waktu, kenapa tak
Anda coba perbaiki dari sekarang? Tentu, suami pun harus melakukan hal serupa.
Bisa jadi, ialah yang membuat perkawinan menjadi goyah dan tak harmonis lagi.
3.
Jangan membesarkan masalah
Jika Anda dan suami sudah tahu
sumber keributan dan konflik dalam rumahtangga, sebaiknya jangan memperbesar
masalah. Juga, jangan mencari masalah baru. Pasalnya, ini justru akan
memperkeruh suasana. Bila Anda menyadari kekurangan yang ada, tak ada salahnya
meminta maaf. Tidak perlu malu dan berusaha menjadi istri yang baik seperti
yang diharapkan suami. Cobalah untuk mencari solusi sebaik-baiknya.
4.
Pisah sementara
Meski sepertinya sangat tak enak,
cara ini bisa menjadi jalan terbaik untuk menghindari perceraian. Pisah untuk
sementara waktu akan membantu suami-istri untuk menenteramkan diri sekaligus
menilai, keputusan apa yang sebaiknya ditempuh. Kenapa harus pisah rumah?
Pasalnya, dua hati yang sama-sama sedang panas, sebaiknya tak bertemu setiap
hari. Jika setiap hari bertemu, yang terjadi bukan membaik, malah justru bakal
semakin panas. Bisa-bisa ribut terus dan tidak ada titik temu. Yang dibahas
setiap hari pasti akan balik ke masalah yang itu-itu saja. Anda bisa misalnya
“mengungsi” dulu ke rumah orang tua, sementara suami pindah dulu sementara ke
rumah orang tuanya. Pisah rumah akan membantu mendinginkan hati yang sedang
memanas, sehingga Anda dan suami dapat berpikir jernih.
5.
Komunikasi
Apapun, komunikasi merupakan fondasi
sebuah hubungan, termasuk hubungan dalam perkawinan. Tanpa komunikasi, hubungan
tak bakal bisa bertahan. Jadi, seberat apapun situasi yang tengah Anda hadapi,
sebaiknya tetap lakukan komunikasi dengan pasangan. Bahkan setelah Anda dan
suami sama-sama hidup terpisah, cobalah untuk tetap berkomunikasi. Coba
diskusikan bersama, langkah terbaik apa yang bisa Anda berdua lakukan untuk
menghindari perceraian, untuk mempertahankan mahligai rumahtangga. Tak mudah
memang, tapi jika Anda berdua sudah berpisah untuk sementara waktu, situasi
panas barangkali sudah lewat, sehingga Anda berdua sudah siap untuk
berkomunikasi. Jangan merasa malu atau gengsi untuk saling menghubungi.
6.
Libatkan keluarga
Jika kenyataannya, pasangan sudah
tidak dapat diajak berkomunikasi atau selalu berusaha menghindar, cobalah
libatkan anggota keluarga yang memang dekat dengannya. Orang tua, kakak atau
pamannya misalnya. Pokoknya, siapa saja yang Anda rasa bisa Anda ajak
berbicara. Tentu, Anda jangan pernah menutupi akar permasalahan yang ada kepada
mereka, tetapi berterus teranglah. Katakan juga, apa sebetulnya kekurangan Anda
maupun kekurangan suami. Siapa tahu, mediator ini dapat melunakkan hati Anda
dan pasangan, sekaligus mencarikan solusi untuk kembali bersatu.
7.
Cari teman curhat
Menghadapi perceraian tentu akan
membuat pikiran runyam, pekerjaan terbengkalai dan bingung harus berbuat apa.
Nah, kondisi tidak nyaman ini bisa Anda atasi bila Anda bisa berbagi dengan
orang terdekat, sahabat misalnya. Dengan berbagi, beban pikiran Anda akan
terasa lebih ringan. Yang harus dicermati, jangan mencari teman curhat yang
lawan jenis. Carilah teman curhat sesama jenis. Pasalnya, bila Anda bercerita,
mengungkapkan uneg-uneg Anda pada teman pria, belum tentu sepenuhnya ia akan
mendukung Anda untuk kembali bersatu dengan suami. Bisa jadi ia malah menggoda
Anda, dan jika Anda akhirnya benar-benar tergoda, yang muncul akhirnya malah
masalah baru.
8.
Ingat anak
Anak biasanya menjadi senjata
terampuh untuk meredam konflik antara suami-istri. Jadi, bila ternyata antara
Anda dan suami sama¬sama menginginkan perceraian, cobalah ingat anak-anak Anda,
buah cinta kasih Anda dan suami. Ingatlah bahwa mereka masih sangat membutuhkan
Anda dan suami. Apakah mereka harus menjadi korban perceraian karena keegoisan
orang tuanya? Lantas, setelah Anda bercerai, kemana dan kepada siapa mereka
harus ikut, Anda atau suami? Jika Anda menyayangi mereka, pikirkan kembali
keputusan tersebut.
9.
Kesampingkan ego pribadi
Jika Anda memang masih menginginkan
keutuhan rumahtangga, segera buang jauh-jauh ego yang ada dalam diri Anda.
Jangan merasa diri selalu benar dan sealu menyudutkan pasangan, begitu pula
sebaiknya. Sadarilah bahwa apa yang terajadi sekarang adalah kesalahan Anda dan
suami. Kalaupun selama ini ada sakit hati yang terselip, cobalah untuk saling
memberi maaf.
10.
Jujur pada diri sendiri
Jujurlah pada diri sendiri, apakah
Anda sudah siap mental untuk berpisah selamanya dengan suami? Perceraian
tidaklah semudah yang dibayangkan. Berpisah lalu hidup tenang. Tidak selamanya
perceraian membuat kehidupan menjadi bahagia. Bisa jadi justru sebaliknya,
lebih hancur. Banyak masalah-masalah di kemudian hari yang berbuntut panjang.
Mulai anak, harta gono-gini sampai hubungan antar-keluarga yang ikut tidak
harmonis. Jadi, pikirkan kembali jika ingin mengambil keputusan ini. Selain
jujur, Anda juga harus mengedepankan rasio. Perempuan biasanya memang lebih
banyak menggunakan perasaan, namun untuk soal seberat ini jangan hanya
perasaan. Pertimbangkan benar, apa dampaknya bagi Anda dan keluarga jika
perceraian itu benar-benar terjadi.
11.
Banyak berdoa
Banyak berdoa dan mendekatkan diri
pada Yang Maha Kuasa dapat membantu permasalahan Anda. Mintalah petunjuk
dari-Nya. Dengan semakin bertekun dan mendekat kan diri, insya Allah doa Anda
akan terjawab
12.
Buka lembaran baru
Jika Anda dan suami akhirnya bisa
kembali rukun, maka Anda harus siap membuka lembaran baru bersama suami. Jangan
pernah mengungkit-ungkit persoalan dan penyebab Anda berdua pernah berniat
untuk bercerai. Sekali Anda mengungkit-ungkit, bisa jadi Anda akhirnya akan
benar-benar bercerai. Yang paling penting adalah saling mengingatkan dan
memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.
Jika
memang keputusan cerai yang diambil, sebaiknya pertimbangkan masa depan
anak-anak. Jangan sampai perceraian yang terjadi menjadi neraka bagi anak-anak.
Langganan:
Postingan (Atom)